JULI TEPIAN RINDU -2

Berulang kali, larut hati di tepian sunyi

Kuberlari tanpa henti, menepi dari letih

Sesudahnya kubuka mataku,

Gadis manis pelipur rindu, kemarilah

Ijinkan ku tatap engkau dari kebutaanku

Menyibak cerita syahdu dalam rindu

Yang terpendam karena diam

Terputus karena cinta

Di bulan Juli, kutetap rindu

Tito070720

JULI TEPIAN RINDU -1

Wajahmu terlukis dalam gelisahku

Senyummu bagai bayang-bayang menyatu dalam langkahku

Sejujurnya kudamba engkau di tiap detak jantungku

Dan kusebut namamu bersama helaan nafasku

Kelembutanmu hiasi hari-hariku

Di tepian rindu di bulan Juli kumenanti mu

Tito070720

JULI BERBISIK RINDU

Merenda waktu tanpa kamu, gersang terasa tak jua usai

Walau aku memacu langkah, mengejar mu aku tak henti

Wahai puan nan pesona, sudi engkau membalas sapa

Di bulan Juli merindumu, ingin aku bertatap mata

Malaikat lembut yang kudamba, jaga aku tetap merindu, merindumu dikala malam hingga mimpi berarak senyummu

Gadis manis sejuta lembut, tarik aku dalam pelukmu, dekap aku dalam sayapmu, aku menunggumu untuk bersua, melepas rindu sejak berpisah.

Gadis manis berambut indah, tatap aku tanpa amarah, sebab rinduku begitu bergelora

Bidadari permata hati, senyumlah dinda penuh cinta
Karena asmaraku penuh bunga

Dinda Mahadewiku, jika bertemu tetaplah merindu, jika berpisah kekallah cintamu.

Langit Medan060720

SEBATANG KARA TANPAMU JADI NYATA

Cinta telah menggelisahkanku, mengurungku dalam getir

Membutakan mata dan rasaku

Cinta telah menusuk hatiku, bagai tertusuk mata tombak yang sangat tajam

Hingga semuanya berbalut luka, menyayat perih juga raga

Aku merintih…rintihku dalam diam

Dalam malam kubenamkan gelisahku

Seperti berenang dalam lumpur, ragaku entah di mana

Hatiku mengaung gelisah tentangmu

Kau yang sedari dalam mimpimu

Aku yang mengais malam, tak jua terlelap karena bayangmu

Berontak aku..berontak hatiku, tapi jiwaku terpaku

Kau telah melemahkanku, memperdayai egoku

Bagai perahu terdampar jiwaku, sebatang kara tanpamu jadi nyata

Dan itu yang kau suka                     

Dalam senyum bibir indahmu, kuikat perahu ini

Aku ingin menciummu penuh nafsu, walau kian sakit tubuhku karena mu

Kucoba memagut bibirmu dari perahuku yang miring

Ah..penjuru angin yang berburu di lautan

Hempaskan perahuku dalam rintihan

Dalam alunan pulau-pulau asmara yang terbentang

Tak ingin aku terdampar lagi

Hempaskan aku di pulau tak bertuan

Agar aku dapat menjerit sesukaku

Sesuka mulutku merintih dalam tumpahan air mata

Rebahkan aku di pasir putih

Kutak mau cinta membunuhku

Tito270620

PESONAMU

Matamu telah memikatku

Hingga tak ada tempat tuk sembunyi

Berlari aku ingin jauh

Sinar beningnya menerawang hingga ke sudut-sudut hatiku

Bagaimana ini…?

Jiwamu yang teramat lembut

Telah menusuk kalbuku

Kucoba berontak untuk menghindarimu

Namun kelembutanmu membelengguku

Hingga tak berdaya

Tak kuasa aku jadinya

Pesona wajahmu menghiasi tiap pikiranku

Membuatku merindumu tak kenal waktu

Kucoba melupakanmu agar aku bebas

Namun pesonamu begitu kuat

Mencengkeram sanubariku

Disaat sendiri kau hadir

Disaat sunyi kau mampir

Hampir tak ada waktu tanpamu

Tito 210620

TANYA DALAM SEPI

Berkali aku berlari

Menghindarimu sejauh yang bisa

Agar terlupa dari ingatan

Tentang apa saja hal kamu

Ah…Tak semudah yang kuduga

Atau kau berpikir bahwa tentangmu aku mau?

Atau juga kau berpikir tentangmu aku ingin?

Derita yang mendera datang melanda

Bertubi karena namamu

Menyesakkan dan menekan

Hingga ke jalan-jalan buntu

Aku tak ingin mengenal cinta

Jika hari penuh luka

Aku ingin terbebas agar aku dapat tersenyum

Aku tak ingin terbelenggu

Cinta telah menghempaskanku

Ke dalam rasa yang linglung, yang buta

Yang mencengkeram dalam dunia gelap

Yang menekanku pada tepian jurang

Seketika aku bisa terjatuh dalam genggaman rindu

Yang tak terjawab dalam sepi

Menantimu tak pasti

Tito 130620

SUKMA-KU

Sukmaku terlanjur berbunga mekar

Mengenal dikau gadis ayu

Meski kau hanya diam saat sapaku

Atau berpaling dari tatapanku

Kau tetaplah matahariku

Sukmaku terlanjur berbunga mekar

Mengingat namamu gadis ayu

Walau kau tak juga hirau

Atas cintaku yang menggelora

Kau tetaplah malaikatku

Sukmaku terlanjur mekar

Padamu bidadari berparas ayu

Meski aku tak pantas memilikimu

Namun kau tetaplah bahagiaku

Sukmaku terlanjur mekar

Karenamu…….

Tito140620

MENGAGUMI

Aku mengagumi mu
Laksana Matahari mengagumi cahaya
Yang mengantar sinarnya hingga ke sudut bumi

Aku mengagumimu
Laksana bintang mengagumi langit
Yang menyelimutinya dengan gelap
Hingga malam berganti siang

Aku mengagumimu
Laksana bulan mengagumi malam
Tanpa lelah menemaninya
Hingga malam menjadi indah

Aku mengagumimu
Wahai BIDADARI bermata Indah

Tito080620

KAU BUKAN FATAMORGANA

Aku menyapamu dalam hening

Laksana kita sedang berkabung

Ada gelisah yang kau sembunyikan

Diantara senyum sumringah yang kau pancarkan

Gadis Bermata Indah

Kau bukanlah fatamorgana

Bukan lagi mimpi-mimpi yang menghanyutkan

Bukan lagi khayal yang menjeratku dalam ilusi

Gadis sejuta lembut

Wajah lembut itu ah…ijinkan kutatap sepuasnya

Keindahannya bagai karya yang tak kan usai dilukiskan

Tak cukup warna menggoreskan kecantikanmu

Seperti awan yang akan selalu baru menggantikan dirinya yang telah menjadi derai hujan

Gadis penuh pesona

Memang kau bukan lagi fatamorgana

Bukan lagi oase di padang gurun

Sbab aku telah memeluk erat tubuhmu

Aku telah mengecup bibir tipismu

Jemari lentik pun telah kugenggam begitu mesranya

Dalam kesempatan yang kadang tak kau sangka

Andai kau tersenyum, aku tahu isi hatimu

Andai kau diam, akupun tahu bahasa jiwamu

Gadis berambut indah

Kemaren dan hari ini kutemukan senyummu

Menghiasi meja-meja makan malamku

Mengaliri tiap teguk minumanku

Aku menyantapnya dengan lahap

Sebab laparku hanyalah tentang mu

Gadis berhati malaikat

Tetaplah kau dekat, walau dalam jarak yang tak terburu

Jangan biarkan langkahku kian rapuh

Dan lutut lutut kakiku tak berdaya

Karena cintaku padamu begitu kuatnya

Tito070520